Gede in Memories

Akhir Maret 2012, kurencanakan sebuah perjalan penuh petualangan setelah menjalani setengah semester di tahun ini, tepatnya setelah UTS. Tujuan kami berakhir pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kami memang menyukai petualangan. Kami terkadang suka bertualangan menggunakan sepeda. Namun kali ini kami mencoba untuk bertualngan dengan mendaki gunung.

Setelah semua persiapan matang, kami berangkat menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tanggal 4 April 2012. Dua teman kami berangkat terlebih dahulu siangnya, namun kami bertiga berangkat menjelang maghrib. Sekitar pukul 22.30 kami baru sampai di Cibodas dan kami berlima beristirahat di Warung Bu Eva. Setelah melepas lelah sejenak sambil menikmati mie rebus, kami beranjak tidur untuk mempersiapkan tenaga untuk pendakian keesokan pagi.

5 April 2012 kami bangun pagi untuk solat subuh kemudian berjalan-jalan sejenak. Udara yang dingin dan menusuk tulang cukup memberikan kesegaran pagi ini. Kami pun sarapan dan bersiap-siap melakukan pendakian. Jam 07.30 kami berangkat menuju Kantor Taman Nasional untuk melakukan verifikasian simaksi. Mulai bulan April ini memang agak sulit untuk mendapatkan perizinan pendakian di Gunung Gede ini. Alhamdulillah kami mendapatkan perizinannya dengan cukup mudah.

Kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Jam 08.45 kami mulai melakukan pendakian. Perjalan panjang membentang di hadapan kami. Perkiraan tiba di puncak sekitar 7 jam perjalanan jalan kaki tanpa henti. kami melewati banyak sekali pemandangan indah selama perjalanan. Seperti Telaga Biru. Airnya yang segar membuat kami untuk beristirahat sejenak walaupun tidak direkomendasikan untuk diminum. Sampai pertigaan air terjun Cibeureum dan jalur pendakian sekitar 1 jam lebih. Kami beristirahat. Ternyata banyak sekali pendaki yang melakukan pendakian pada akhir pekan ini. Karena memang libur akhir pekan yang lumayan panjang sekitar 4 hari.

Telaga Biru

Perjalanan dilanjutkan hingga sampai shelter 1 sebelum sumber air dan air panas. Kami beristirahat sejenak. Karena baru pertama kali melakukan aktivitas pendakian, saya cukup kelelahan dengan membawa tas carrier yang cukup besar. Hingga terkadang harus beristirahat berkali-kali. Tapi ini merupakan kegiatan yang menyenangkan.

Sekitar jam 12.30 kami tiba di pos Air Panas. Kami beristirahat sejenak menyantap beberapa snack. Wah baru sampai sini saja rasanya sudah lelah sekali. Padahal untuk mencapai Pos Kandang Badak masih lama. Kami melanjutkan perjalanan. Di Air Panas ini memang benar-benar panas airnya. Pemandangannya sungguh indah dan jalurnya cukup menantang. Harus ekstra hati-hati untuk melewati jalur ini yang dilalui air terjun air panas dan sedikit berkabut karena uap air panas tersebut. Betul-betul jalur yang cukup menantang.

Air Panas

Gerimis mulai turun sesaat setelah kami melewati Air Panas. Kami mempercepat langkah untuk sampai ke Pos Kandang Badak. Namun rencana sampai di Kandang Badak lebih awal harus ditunda karena hujan  turun cukup deras di Pos Kandang Batu. Sehingga kami harus berhenti sejenak. Tidak ada shelter di Kandang Batu sehingga kami mengeluarkan jas hujan masing-masing dan harus melanjutkan perjalanan sesegera mungkin.

Jalur Melewati Air Panas

Sesaat setelah perjalanan hujan mulai sedikit reda. Kami semakin bersemangat. Namun diriku sudah mulai kelelahan yang cukup besar. Beberapa saat kemudiam hujan turun lagi dengan lebat. Saya sudah tidak kuat melanjutkan perjalanan. Padahal sesaat lagi kami tiba di Pos Kandang Badak. Saya kemudian drop dan tidak kuat melanjutkan perjalanan. Saat itupun hujan belum reda. Saya tidak kuat dan berasa ingin pingsan. Namun semangat kawan-kawan yang lain itulah yang membuat saya kuat dan ingin melanjutkan perjalanan. Kami melanjutkan perjalanan sesaat setelah hujan agak reda. Saya berganti pakaian karena sudah basah oleh hujan. Kami melanjutkan perjalanan dan sekitar jam 15.30 kami tiba di Pos Kandang Badak. Rencana untuk turun gunung melewati Gunung Putri sepertinya harus dibatalkan karena kondisi cuaca dan medan yang kurang menguntungkan. Begitupun rencana untuk nge-camp di Surya Kencana. Akhirnya kami memutuskan untuk nge-camp di Pos Kandang Badak.

Kami beristirahat dan bermalam di Pos Kandang Badak. Malam begitu dingin dan saya sendiri tidak kuat untuk keluar tenda karena udaranya yang sangat dingin. Baru keesokan pagi sekitar pukul 06.30 saya memberanikan diri untuk keluar.  Saya tidak kuat untuk melanjutkan perjalan ke puncak Gede. Hanya tiga orang kawan saya yang ke puncak. Saya berdua teman saya menjaga tenda dan memasak untuk sarapan. Mudah-mudahan lain kali saya bisa mencapai puncak Gede.

Puncak Gede

Puncak Gede

Dari atas Gunung Gede

Sekitar jam 09.30 pagi, 6 April 2012, ketiga kawan kami kembali ke tenda. Pagi ini banyak sekali pendaki yang tiba di Pos Kandang Badak. Ternyata akan ada acara pendakian oleh orang bule. Sekitar 30 orang bule. Wah lumayan banyak. Kami sarapan dan kemas-kemas merapikan peralatan kami. Sekitar jam 11.00 kami turun gunung dan perjalanan ini kami bisa full speed karena kami turun terus. Dalam perjalanan turun kami menemui banyak sekali pendaki yang baru mendaki. Kami hanya beberapa kali beristirahat karena perjalanan turun cukup cepat. Sekitar 4 jam hingga sampai bawah Cibodas.

Perjalanan Pulang

Sekitar jam 15.00 kami tiba di pertigaan jalur pendakian dan Air Terjun Cibeureum. Kami beristirahat sejenak karena walaupun perjalanan turun juga cukup melelahkan. Kami bertemu beberapa pendaki lainnya yang baru memulai pendakian. Beberapa saat kami melanjutkan perjalanan yang tidak terlalu susah jalurnya. Kami ingin sampai secepat mungkin di bawah karena sudah lelah dan ingin sekali cepat pulang.

Istirahat di Pertigaan Air Terjun Cibeureum

Sekitar jam 16.00 Alhamdulillah kami sampai di bawah dan segera menuju warung Bu Eva untuk beristirahat dan makan sejenak. Rasanya bahagia sekali dan puas sudah melakukan perjalanan panjang. Kami mengganti pakaian, solat dan berfoto-foto sejenak. Hingga akhirnya kami pulang sekitar jam 17.00 dan sampai Bandung kembali jam 22.30 an. Alhamdulillah petualangan panjang dan seru.

Sesaat sebelum pulang di depan warung Bu Eva

Perjalanan kami memiliki banyak makna dan pelajaran. Jangan sombong, jangan takabur, dan sebisa mungkin tetap rendah hati dalam hal apapun. Walaupun Gunung Gede adalah gunung wisata, namung itu tetaplah gunung dan bukan tempat manusia yang sesungguhnya. Kita mendaki untuk menghargai alam, mensyukuri nikmat Tuhan, dan melestarikan alam ini. Di gunung juga akan terlihat sifat asli setiap orang, apakah dia peduli atau cuek, atau sombong, atau yang lainnya. Dan saya sangat bersyukur bisa menikmati dan mensyukuri alam, juga memiliki kawan-kawan seperti kalian selama ini yang peduli dan saling membantu kawan yang lainnya.

“Bukan menaklukan gunung, tapi menaklukan diri sendiri”  kata seorang teman.

Posted on April 24, 2012, in mantab. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. bener banget, walaupum Gunung Gede adalah Gunung Wisata, namun setiap orang punya kisah sendiri didalamnya. Sebenernya naik gunung itu sama saja seperti menjalani hidup ini, ada duka, suka, lelah semuanya bersatu.
    tulisannya bagus banget. salam kenal ya, aku Nisa.
    Bdw aku juga baru turun dari Gunung Gede dan berniat mau naik Gunung Gede Pangrango.

    • Terima kasih dan salam kenal juga. Wah penjelajah juga ternyata. Anda seorang violinist? begitupun dengan saya…hehe

  2. baru baru sekarang ajah suka naik gunung, baru 3 doang yang sudah didaki, hehe
    aku belum lancar main biola, masih belajar. kebetulan aku ikut sanggar jadi ikut belajar tentang seni dan disana diajarkan main gitar, biola, piano dan djimbe. hehe kapan-kapan bisa nih minta diajarin ..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: