Fatamorgana yang Nyata

April 2009

Kurang lebih tiga tahun lalu kulangkahkan kaki di jalanan kota Bandung. Hanya berdua bersama sahabat dan aku tak mengetahui seluk beluk kota ini. Namun dengan penuh kepastian dan keyakinan kuberanikan diri menuju Jalan Tamansari. Sebuah bangunan besar yang menjadi tujuanku. Ya, itulah Gedung Annex, Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung.

Kami hanya melaksanakan kewajiban sebagai seorang siswa yang sebentar lagi akan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Membawa amanah dari teman-teman juga. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, aku sampai di gedung tersebut dan kuserahkan berkas-berkas kelengkapan ujian masuk ITB. Hingga sore menjelang maghrib, kami selesaikan kewajiban kami. Kami hanya berdiam di pinggir jalan menunggu kepastian untuk menemui kawan kami yang baru datang dari Jakarta. Namun ia menunggu di tempat yang jauh. Ketidaktahuan kami akan rute kota Bandung menyebabkan kami harus berjalan kaki tanpa henti dari Dago menuju Pasteur. Menyusuri jembatan layang Pasoepati yang seharusnya tidak boleh dilewati pejalan kaki. Hampir maghrib kami sampai di BMC (Bandoengsche Milk Centrale). Akhirnya kami bertemu kawan kami dan berhasil menginap di rumahnya di kawasan Lembang, kalau tidak kami sudah menggembel di Kota Bandung.. hags hags

Mei 2009

Petualangan kami lanjutkan untuk menuju ujian. Beberapa hari sebelum ujian, kami harus mengambil kartu ujian. Kembali ke Gedung Annex, kami harus berjibaku dengan terik matahari dan kerumunan manusia dari berbagai daerah di Indonesia. Disinilah fatamorgana ini terjadi.

Ketika aku berdiri diantar kerumunan manusia, di suatu loket bagian gedung, ku arahkan wajahku ke kanan. Tanpa sengaja kulihat sesosok makhluk yang anggun dan menarik perhatian. Awalnya hanya sepintas saja. Setelah kuperhatikan lagi sepertinya aku tertarik dengan sosok yang satu ini. Ah, sungguh memikat dan seolah-olah setetes embun yang dingin mengenai hatiku. Dia mengalihkan wajahku. Aku berharap bisa bersama dalam kawasan pendidikan ITB dan bisa mengenal lebih jauh. Aku tidak berharap banyak, hanya itu saja dan aku tidak mengenal kau sama sekali. Aku ingat sekali kau juga melihat diriku untuk beberapa kali. Setelah kejadian ini aku kurang memikirkan hal ini lagi.

Hingga suatu saat entah darimana aku mengetahui asal daerahmu dan asal sekolahmu. Lagi-lagi aku hanya memikirkan hanya untuk sesaat saja dan tidak memikirkannya lebih jauh.

Juli 2009

Takdir berkehendak lain. Aku kurang beruntung untuk menjadi mahasiswa ITB. Ini adalah jalan yang sudah diberikan Allah SWT untuk diriku dan aku yakin ini adalah yang terbaik. Kudapatkan penggantinya, Institut Teknologi Telkom. Selasa, 28 Juli 2009, aku memulai perjalanan panjang untuk mengejar cita-cita di kota ini. Bandung. Hari ini aku harus melaksanakan registrasi ulang untuk menjadi salah satu mahasiswa di kampus ini. Dihadapanku sebuah komputer, aku memasukkan data-data yang dibutuhkan. Tanpa sengaja kuarahkan wajahku ke kanan, dan secara mengejutkan, sosok yang kulihat beberapa bulan yang lalu kini hadir lagi di dekatku. Wah aku sungguh tak mempercayai kejadian ini. Entah harus senang, atau sebaliknya. Yang pasti itu membuka sedikit harapan untukku.

Hari-hari kujalani dengan semangat. Maklum, baru pertama menjadi mahasiswa tuh rasanya beda banget dibandingin pas jaman  SMA. Kembali kuingat sosoknya. Kebetulan atau tidak, takdir atau bukan, tanpa kuketahui dia satu jurusan denganku. Yang lebih mengagetkan, dia satu kelas denganku. Wah rasanya campur aduk. Selang beberapa semester berjalan, dalam suatu obrolan santai, kutanyakan peristiwa Mei 2009 kepadanya. Aku masih mengingat peristiwa itu, namun dia tidak ingat. Entah benar-benar tidak ingat atau sengaja tidak ingat. Biarkan itu menjadi rahasianya. Padahal kami sempat bertatap wajah untuk beberapa kali. Dan kujalani hari-hariku di kampus putih biru ini bersamanya. Hingga akhirnya ia memilih jalan hidupnya sendiri bersama yang lain. Hingga saat blog ini ditulis pada tanggal 23 April 2012.

Sekian curhatan geje yang harus dituangkan.

Salam.

Posted on April 23, 2012, in mantab. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. eyyyaaa….. ariipp

  2. Siapa riv?
    Penasaran nih. . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: