Fitnah Dajjal

Fitnah dajjal merupakan fitnah yang sangat besar diantara fitnah -fitnah yang ada dalam kehidupan umat manusia. Hal ini disebabkan Allah memberikan hal-hal yang luar biasa kepadanya yang memukau dan membingungkan akal pikiran,banyak manusia tersesat, tidak mampu lagi membedakan yang halal dengan yang haram, sehingga timbul konflik dimana-mana dan setiap hari orang hanya membicarakan tentang ucapan serta prilakunya yang selalu bertentangan dengan Al Haq. Dajjal mampu memberikan kesenangan, fasilitas yang memuaskan kepada para pengikutnya dan memberikan kesulitan kepada yang membencinya. Ia mampu memberikan surga yang fatamorgana kepada yang mentaatinya dan neraka fatamorgana kepada yang menentangnya.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Hudzaifah ra, ia berkata: Rasulullah bersabda, yang artinya:“Dajjal itu buta matanya sebelah kiri, berambut kriting, mempunyai surga dan neraka. Maka nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka.” (Shahih Muslim)

Dan diriwayatkan pula oleh Imam Muslim dari Hudzaifah ra, ia berkata: Rasulullah bersabda , yang artinya: “Sungguh aku lebih mengetahui apa yang menyertai Dajjal. Ia akan bersama dua buah sungai yang mengalir, yang satu kelihatan mengalirkan air dan satunya lagi kelihatan mengalirkan api yang menyala-nyala, maka hendaklah ia mendatangi sungai yang kelihatan berisi api itu, dan hendaklah ia pejamkan matanya, karena yang nampak api itu adalah air yang dingin.” (Shahih Muslim).

Makna Ad- Dajjal Kata Ad Dajjal diambil dari perkataan: “Dajala Al ba’iiro idzaa tholaahu bi Al qothiron waghoththoo bihi”(Seseorang itu mendajjal unta bila melumurinya dengan ter (aspal) dan menutupnya dengannya).”(Periksa: Li sanul Arab 11:236, dan Tartibul Qamus 2: 152).

Dan asal makna “Dajjal” ialah “Al Khalath” (mencampur, mengacaukan, membingungkan). Dikatakan bahwa “seseorang itu berbuat Dajjal bila ia menyamarkan dan manipulasi, ” dan “Ad Dajjal” ialah manipulator dan pembohong yang luar biasa.

Dan “Dajjal” itu dinamakan “Dajjal” karena ia menutup kebenaran
dengan kebatilan, atau karena ia menutupi kekafirannya terhadap orang lain dengan kebohongan, kepalsuan, dan penipuannya atas mereka.

Berlindung dari fitnah dajjal Melihat ciri-ciri dajjal dari hadits Rasulullah saw, manusia akan megalami kesulitan menghadapinya jika hanya mengandalkan akal pikiran. Dajjal itu sangat licik , penipu ulung, ucapannya sulit dipegang, selalu membuat kebingungan dikalangan umat manusia, dan  didukung oleh pengikut fanatik yang banyak.

Nabi Muhammad saw telah memberi petunjuk dan bimbingan kepada umatnya agar terlindung dari segala fitnah dajjal. Dan diantara yang beliau peringatkan adalah agar berhati-hati dan waspada selalu terhadap fitnah dajjal, karena fitnah dajjal merupakan fitnah terbesar yang dihadapi umat beliau hingga datangnya hari kiamat.

Ada beberapa petunjuk Rasulullah saw kepada umatnya agar selamat dari fitnah dajjal, yaitu :

1. Berpegang teguh dengan agama Islam .

Jika manusia berpegang teguh dengan ajaran Islam yang bersumber dari Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw, maka manusia tidak akan tersesat selama-lamanya. Hal ini dijelaskan Rasulullah ketika menyampaikan pesan pada haji wada’. Beliau bersabda yang artinya: “Telah aku tinggalkan bagimu dua perkara yang tidak akan tersesat kamu jika berpegang pada keduanya , yaitu kitab Allah (Al Qur’an) dan Sunnah RasulNya. (HR. Ibn Abdul Barri).

Di dalam agama Islam, manusia wajib untuk menyembah Allah yang telah menciptakan kita dan orang-orang sebelum kita (QS: 2: 21). Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan (QS: 112 : 3). Allah adalah tuhan yang memelihara dan menguasai manusia, rajanya manusia, sembahan manusia (QS. 114:13).

Dengan memahami dan berpegang teguh pada ajaran Islam , maka manusia tidak akan mudah ditipu oleh dajjal. Dajjal itu buta matanya sedangkan Allah Maha Melihat, dajjal itu bisa mati sedangkan Allah Maha Hidup dan tidak mati, dajjal itu penipu ulung sedangkan Allah tidak pernah menyalahi janjinya, dajjal itu suka membingungkan sedangkan Allah selalu menjelaskan dengan haq, dajjal itu suka kepada yang haram sedangkan Allah suka kepada
yang halal, dan banyak sekali perbedaan yang dapat kita ketahui jika kita memahami dan berinteraksi dengan ajaran Islam.

2. Mohon perlindungan kepada Allah.

Menghadapi dajjal penipu, manusia tidak boleh hanya mengandalkan akalnya semata, karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang lemah dan serba kekurangan dan tidak ada satupun manusia yang sanggup menghadapi dajjal tanpa pertolongan Allah swt. Oleh karena itu marilah kita melihat bimbingan dan penjelasan Rasulullah saw di dalam haditsnya, diantaranya yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Nasa’i dari Aisyah, istri Nabi saw bahwa beliau biasa berdoa dalam shalatnya dengan mengucapkan : “Allahumma inni a’uudzubika min’adzaabilqabri wa a’uudzubika min fitnatil masiihiddajjaal”.

Artinya : “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, dan akau berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal …”.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Mush’ab bin Sa’ad bin Abi Waqash, ia berkata: “Sa’ad memerintahkan lima perkara yang diperintahkan oleh Nabi saw, antara lain mengucapkan do’a :”… wa a’uudzubika min fitnatiddunyaa – ya’nii min fitnatiddajjal “. Artinya:”…Dan aku memohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah dunia- yakni fitnah dajjal “. (HR. Bukhari).

Imam muslim meriwayatkan dari Abi Hurairah ra, ia berkata : Rasulullah saw bersabda, yang artinya :”Apabila salah seorang diantara kamu bertasyahud dalam shalat hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan : “Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu dari adzab jahannam. dari adzab kubur, dari fitnah kehiudupan dan kematian dan dari buruknya fitnah Al Masih Ad Dajjal”. (HR. Muslim).

3. Menghafal beberapa ayat dari Surat Al Kahfi.

Nabi saw menyuruh umatnya menghafal sepuluh ayat pertama dan sepuluh ayat terakhir dari surat Al Kahfi. Ini disebabkan karena didalam ayat tersebut, banyak menjelaskan tentang keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Dan orang yang merenungi dengan baik dan benar akan dapat terhindar dari fitnah dajjal pendusta.

An Nawwas bin Sam’an ra menjelaskan dalam hadits yang panjang, bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya :”Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman dajjal), hendaklah ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat Al Kahfi”. (HR. Muslim). Abu Darda’ ra mengatakan bahwa Rasulullah saw bersabda, yang artinya : “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari permulaan surat Al Kahfi maka ia dilindungi dari Dajjal yakni fitnahnya “. ( HR. Muslim).

Di dalam hadits Nabi saw yang lain , beliau saw juga menyuruh kepada umatnya untuk senantiasa membaca surat Al Kahfi setiap hari Jum’at. Al Hakim meriwayatkan dari Abi Sa’id Al Khudri bahwa Nabi saw bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya orang yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jum’at, maka di beri cahaya untuknya di antara dua Jum’at”.

Menjauhi dajjal suatu keharusan bagi orang yang ingin selamat dari
segala fitnah yang menyesatkan. Dajjal mempunyai program untuk menjauhi manusia dari Al Haq dan berupaya mencari pengikut sebanyak-banyaknya. Berbagai macam cara digunakannya tanpa memperhatikan etika dan moral , kebenaran dan kejujuran, semua itu bertujuan memalingkan manusia dari menyembah Allah kepada menyembahnya. Ini sangat berbahaya bagi aqidah seorang muslim, karena hukumnya syirik dan orang yang syirik akan dimasukkan ke dalam neraka jahannam. Oleh karena itu apabila dajjal muncul maka manusia harus menyingkirkannya dengan iman yang kuat, keyakinan yang mantap, semangat yang mengelora serta niat yang ikhlas, dan tidak ada kompromi dengan dajjal pendusta.

Imam Ahmad, Abu Daud dan Al Hakim meriwayatkan dari Abid Dahma’ (seorang tabi’in yang terpercaya) , ia berkata : “Saya mendengar Imron bin Husain berkata: Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa mendengar ada dajjal , hendaklah ia bersembunyi darinya. Demi Allah, ada seseorang yang mendatanginya dan ia mengira bahwa ia beriman lantas ia mengikutinya, kabanyaknya syubhat atau kesamaran yang menyertainya”.

Semoga kita dilindungi Allah dari segala fitnah dajjal pendusta. Amin!

Posted on July 26, 2011, in Islam. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: