Kemenangan Hati


Agustus 2012

Kuawali semester 7 di kampus ini, semester dimana perjuangan untuk menuju gerbang kemerdekaan akan dimulai..haha..Dateng ke bandung lebih awal, pas lagi pdkt 2012, dikarenakan ada kebutuhan untuk mengisi acara di PDKT perform main biola sama temen-temen violinist ITT (dulu belom jadi orkestra).  Setelah itu anak-anak kosan (udah pindah ke kosan kuning) suka main ke kosan gg.mesjid, anak IK juga angkatan 2010, malah ampe jam 3 kalo ga salah (jam 3 malem). Waktu itu belom ikutan main bareng mereka..soalnya lagi sibuk ngurusin perform Violinist ITT di berbagai acara awal semester.

Semakin lama selain main ke kos sana, kemudian ke kos kuning. Bisa dibilang gantian mainnya. Biasanya pada main kartu. Entah uno atau scrabble. Awalnya sama sekali gak tertarik ikutan. Tapi ngeliat seru gitu akhirnya ikutan deh. Nah disini lah permulaan itu berawal.

Kenal dengannya sebetulnya sudah cukup lama. Hanya sekedar nama dan tahu kalau dia merupakan salah seorang mahasiswa IK 2010. Entah mengapa semakin dekat saat-saat akhir tahun ini. Ketika seringnya main bersama. Kami sama-sama bekerja di laboratorium fakultas. Namun beda lab. Namun pada semester ganjil 2012/2013, aku diharuskan pindah lab ke lab satunya. Sedangkan dia mendaftar menjadi asisten lab dan ditempatkan di lab satunya yang berbeda. Aku merasa kurang nyaman dengan dipindah tugaskan. Karena sudah nyaman di lab yang lama. Begitupun dengan dia. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk menghadap sang pembina lab agar ditempatkan di lab asal kami. Namun lama-lama aku berpikir untuk ikhlas dan menerima keputusan pemindahan tugas lab. Walaupun pada awalnya terasa sulit untuk dijalankan. Begitupun dengan dia yang akhirnya berpikir, yaudah gapapa deh yang penting dijalanin aja dulu. Kemudian hari-hari berjalan sebagaimana biasanya kuliah dan bertugas di lab. Semakin lama semakin merasa betah dan cukup bisa untuk menerima keputusan ini.

Read the rest of this entry

Kebersamaan Keluarga


“Papa, aku sekarang sudah bisa jalan dong, walaupun masih dipegang papa”, mungkin ini yang akan dikatakan si balita kepada ayahnya. Dengan ekspresi polos dan lugu, si balita berusaha untuk melangkahkan kakinya menaiki anak tangga di salah satu lokasi di Dunia Fantasi, Jakarta. Tanpa keraguan dan penuh semangat belajar untuk berjalan, si balita berhasil mencapai selasar atas dari tempat itu.

Gede in Memories


Akhir Maret 2012, kurencanakan sebuah perjalan penuh petualangan setelah menjalani setengah semester di tahun ini, tepatnya setelah UTS. Tujuan kami berakhir pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kami memang menyukai petualangan. Kami terkadang suka bertualangan menggunakan sepeda. Namun kali ini kami mencoba untuk bertualngan dengan mendaki gunung.

Setelah semua persiapan matang, kami berangkat menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tanggal 4 April 2012. Dua teman kami berangkat terlebih dahulu siangnya, namun kami bertiga berangkat menjelang maghrib. Sekitar pukul 22.30 kami baru sampai di Cibodas dan kami berlima beristirahat di Warung Bu Eva. Setelah melepas lelah sejenak sambil menikmati mie rebus, kami beranjak tidur untuk mempersiapkan tenaga untuk pendakian keesokan pagi.

5 April 2012 kami bangun pagi untuk solat subuh kemudian berjalan-jalan sejenak. Udara yang dingin dan menusuk tulang cukup memberikan kesegaran pagi ini. Kami pun sarapan dan bersiap-siap melakukan pendakian. Jam 07.30 kami berangkat menuju Kantor Taman Nasional untuk melakukan verifikasian simaksi. Mulai bulan April ini memang agak sulit untuk mendapatkan perizinan pendakian di Gunung Gede ini. Alhamdulillah kami mendapatkan perizinannya dengan cukup mudah.

Kantor Taman Nasional Gunung Gede Pangrango

Read the rest of this entry

Fatamorgana yang Nyata


April 2009

Kurang lebih tiga tahun lalu kulangkahkan kaki di jalanan kota Bandung. Hanya berdua bersama sahabat dan aku tak mengetahui seluk beluk kota ini. Namun dengan penuh kepastian dan keyakinan kuberanikan diri menuju Jalan Tamansari. Sebuah bangunan besar yang menjadi tujuanku. Ya, itulah Gedung Annex, Gedung Rektorat Institut Teknologi Bandung.

Kami hanya melaksanakan kewajiban sebagai seorang siswa yang sebentar lagi akan meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Membawa amanah dari teman-teman juga. Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, aku sampai di gedung tersebut dan kuserahkan berkas-berkas kelengkapan ujian masuk ITB. Hingga sore menjelang maghrib, kami selesaikan kewajiban kami. Kami hanya berdiam di pinggir jalan menunggu kepastian untuk menemui kawan kami yang baru datang dari Jakarta. Namun ia menunggu di tempat yang jauh. Ketidaktahuan kami akan rute kota Bandung menyebabkan kami harus berjalan kaki tanpa henti dari Dago menuju Pasteur. Menyusuri jembatan layang Pasoepati yang seharusnya tidak boleh dilewati pejalan kaki. Hampir maghrib kami sampai di BMC (Bandoengsche Milk Centrale). Akhirnya kami bertemu kawan kami dan berhasil menginap di rumahnya di kawasan Lembang, kalau tidak kami sudah menggembel di Kota Bandung.. hags hags

Mei 2009

Petualangan kami lanjutkan untuk menuju ujian. Beberapa hari sebelum ujian, kami harus mengambil kartu ujian. Kembali ke Gedung Annex, kami harus berjibaku dengan terik matahari dan kerumunan manusia dari berbagai daerah di Indonesia. Disinilah fatamorgana ini terjadi.

Ketika aku berdiri diantar kerumunan manusia, di suatu loket bagian gedung, ku arahkan wajahku ke kanan. Tanpa sengaja kulihat sesosok makhluk yang anggun dan menarik perhatian. Awalnya hanya sepintas saja. Setelah kuperhatikan lagi sepertinya aku tertarik dengan sosok yang satu ini. Ah, sungguh memikat dan seolah-olah setetes embun yang dingin mengenai hatiku. Dia mengalihkan wajahku. Aku berharap bisa bersama dalam kawasan pendidikan ITB dan bisa mengenal lebih jauh. Aku tidak berharap banyak, hanya itu saja dan aku tidak mengenal kau sama sekali. Aku ingat sekali kau juga melihat diriku untuk beberapa kali. Setelah kejadian ini aku kurang memikirkan hal ini lagi.

Hingga suatu saat entah darimana aku mengetahui asal daerahmu dan asal sekolahmu. Lagi-lagi aku hanya memikirkan hanya untuk sesaat saja dan tidak memikirkannya lebih jauh.

Juli 2009

Takdir berkehendak lain. Aku kurang beruntung untuk menjadi mahasiswa ITB. Ini adalah jalan yang sudah diberikan Allah SWT untuk diriku dan aku yakin ini adalah yang terbaik. Kudapatkan penggantinya, Institut Teknologi Telkom. Selasa, 28 Juli 2009, aku memulai perjalanan panjang untuk mengejar cita-cita di kota ini. Bandung. Hari ini aku harus melaksanakan registrasi ulang untuk menjadi salah satu mahasiswa di kampus ini. Dihadapanku sebuah komputer, aku memasukkan data-data yang dibutuhkan. Tanpa sengaja kuarahkan wajahku ke kanan, dan secara mengejutkan, sosok yang kulihat beberapa bulan yang lalu kini hadir lagi di dekatku. Wah aku sungguh tak mempercayai kejadian ini. Entah harus senang, atau sebaliknya. Yang pasti itu membuka sedikit harapan untukku.

Hari-hari kujalani dengan semangat. Maklum, baru pertama menjadi mahasiswa tuh rasanya beda banget dibandingin pas jaman  SMA. Kembali kuingat sosoknya. Kebetulan atau tidak, takdir atau bukan, tanpa kuketahui dia satu jurusan denganku. Yang lebih mengagetkan, dia satu kelas denganku. Wah rasanya campur aduk. Selang beberapa semester berjalan, dalam suatu obrolan santai, kutanyakan peristiwa Mei 2009 kepadanya. Aku masih mengingat peristiwa itu, namun dia tidak ingat. Entah benar-benar tidak ingat atau sengaja tidak ingat. Biarkan itu menjadi rahasianya. Padahal kami sempat bertatap wajah untuk beberapa kali. Dan kujalani hari-hariku di kampus putih biru ini bersamanya. Hingga akhirnya ia memilih jalan hidupnya sendiri bersama yang lain. Hingga saat blog ini ditulis pada tanggal 23 April 2012.

Sekian curhatan geje yang harus dituangkan.

Salam.

Penggunaan SPB Shell 3D Launcher pada Android


Ini merupakan postingan pertama saya mengenai android. Bagi yang ingin mencoba launcher lain selain bawaan dari handphone-nya, bisa mencoba SPB Shell 3D Launcher yang dapat di download di android market.

Launcher ini sangat menarik menurut saya karena tampilannya yang bagus dibandingkan dengan launcher lain yang tersedia dan menurut saya lebih ringan, walaupun pernah ada yang bilang kalau SPB Shell 3D ini memakan banyak RAM.

Jika sudah memiliki .apk SPB Shell 3D dan kesulitan untuk mengaktivasi, ada cara yang dapat digunakan untuk memlokir aktivasi tersebut. Syaratnya HP harus ROOTED.

Langkahnya sebagai berikut:

  • Install SPB Shell 3D dalam AIRPLANE MODE
  • Pastikan menginstallnya di memory Internal
  • Masuk ke Console Mode/CLI via terminal (gunakan terminal emulator untuk melakukannya yang dapat didownload di    android market). Saya gunakan terminal emulator karena cukup mudah dan user friendly.
  • Ketikkan perintah berikut:

$ su   (tekan enter)
# pm disable com.spb.shell3d/com.softspb.shell.service.LicenseService   (tekan enter)

  • Tring !!! maka SPB Shell 3D Launcher sudah dapat digunakan.

Pernah saat pertama kali kita pakai, saat kita menekan tombol Home SPB Shell 3D restart sendiri dan launcher kita berubah menjadi launcher bawaan HP.

Untuk mengatasi masalah tersebut, coba ketikan perintah ini di terminal emulator:

$ su   (tekan enter)
# pm enable com.spb.shell3d/com.softspb.shell.Home     (tekan enter)

Setelah itu restart.

 

Cara ini sudah saya terapkan di HP Android saya dan berjalan dengan lancar dan tidak restart/ganti dengan launcher bawaan HP walaupun kita tekan tombol Home. Launcher ini saya gunakan pada Samsung Galaxy Ace 2.3.4

Selamat mencoba semoga berhasil .

*dari berbagai sumber

 

Papercraft Update !!!


Panzer VIII Maus 1:35

Minions from “Despicable Me”

Read the rest of this entry

Pedang Damaskus, Terbaik dan Tertajam di Dunia


Mungkin selama ini kita mengenal bahwa katana dari Jepang adalah pedang yang paling tajam di dunia. Namun kenyataannya pedang yang paling tajam adalah Pedang Damaskus (Damascus Sword).

Pedang Damascus ini sangat kuat tapi tetap fleksibel sehingga ujung pedangnya dapat ditekuk sampai gagang pedang. Pedang ini juga sangat tajam sehingga dapat memotong pedang eropa dengan mudah, bahkan dikatakan dapat memotong sehelai sutra yang dijatuhkan ke tanah. Ciri Khas Pedang Damascus adalah Pattern/Pola Tanda Air Dipermukaannya, mirip dengan Keris Indonesia/Pedang Jepang (Namun Tanda Air pada Baja Damascus bukan karena teknik lipatan logam).


Penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari University of Dresden, mengungkap sebuah rahasia yang luar biasa yaitu keberadaan carbon nanotubes. Ternyata tanpa disadari, pembuat pedang ini menggunakan teknologi nano ketika menempa pedang. Sayangnya, teknik pembuatan pedang ini menghilang di abad ke-18.

Read the rest of this entry

Kok Lo Jenggotan sih Boy?


Sering kali saya ditanya atau mendengar kawan saya bertanya “Kenapa sih ko lo jenggotan? Kan jadi keliatan tua, serem, berantakan dan gantengnya ilang *yanginikoplak* hehe” Sebenernya saya ingin langsung menjawab pertanyaan ini ketika ditanya, tapi karena tidak sempat dan saya rada bingung kalau harus menjawab langsung dengan jawaban yang meyakinkan maka saya tunda jawaban ini. Alhamdulillah pada kesempatan ini saya mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

Allah subhaanahu wa ta’alaa berfirman yang artinya

…. kalian menyangkanya remeh, padahal hal tersebut dalam pandangan Allah adalah perkara penting.” (QS an-Nur: 15)

 

Ketahuilah teman-teman memelihara jenggot bukan sekedar style ataupun ciri khas untuk menandakan bahwa orang yang memelihara jenggot itu adalah seorang kiayi, ulama atau ustad. Tapi memelihara jenggot adalah bagian dari syariat Allah subhaanahu wa ta’alaa.Dan Allah tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia terlebih lagi dalam urusan syariat.

“… Ya Tuhan Kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS Ali-Imron: 191)

Read the rest of this entry